Di
siang itu yang terletak di ingatanku hanyalah seberkas ingatan pada 10 tahun
yang lalu......
“Riku, jangan main terlalu jauh ya..!!”
kata ibuku sesaat sebelum aku pergi bermain di taman, tapi aku hanya
menghiraukannya. Saat melewati ayunan, aku melihat seorang anak perempuan
membawa 6 mawar berwarna-warni dan
berlari ke arahku sambil berbisik “Mawar
Merah, bunga yang berarti semangat pejuang sesungguhnya” seraya memberikan
setangkai mawar merah padaku. Terpana akan kejadian itu, aku pun menoleh dan
hanya angin yang ku lihat. Beberapa hari kemudian, aku mendapati setangkai
mawar merah dan sepucuk surat di depan teras rumahku yang berisi “Akai no Bara,
gelar itu kuberikan padamu, Akamano Riku” yang bertanda 6 mawar yang mengelilingi sebuah
kartu ‘Queen’.
“Ting
Tong, Ting Tong” bunyi bel sekolah selesai. Kegiatanku setiap hari sungguh
membosankan, sekolah, pulang, dan mengumpulkan koleksi anime dan otaku milkku,
sungguh membosankan. Sambil melihat surat yang ditinggalkan anak peremuan yang
namanya tidak kuketahui itu, dan tiba-tiba logo mawar warna merah itu bersinar
dan dada sebelah kiriku terasa sakit, badanku lemah dan tidak sadarkan diri.
Saat tersadar, aku di kamarku dan ibu menyuruhku untuk istirahat sementara
waktu, untuk hari itu aku tidak bisa tidur dan memjamkan mata sambil membayangkan
apa yang terjadi di sekolah tadi siang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar